Kamis, 03 Mei 2012

Sorting Arrays

Sorting Arrays pada C++


Sorting array digunakan untuk mengatur elemen dalam array dalam urutan numerik dari tertinggi ke nilai terendah (urutan mengecil) atau sebaliknya (urutan menaik). Jika array berisi nilai string, urutan abjad mungkin diperlukan (yang sebenarnya urutan menggunakan nilai ASCII).
Proses sorting array membutuhkan pertukaran nilai. Prosesnya sederhana, tapi sebuah komputer harus berhati-hati bahwa ada nilai yang hilang selama pertukaran ini. Perhatikan dilema berikut:
Misalkan kelas [1] = 10 dan kelas [2] = 8 dan Anda ingin menukar nilai-nilai mereka sehingga kelas yang [1] = 8 dan kelas [2] = 10. Anda TIDAK bisa hanya melakukan ini:
kelas [1] = kelas [2];
kelas [2] = kelas [1]; tidak bisa seperti ini.
Pada langkah pertama, nilai yang disimpan di kelas [1] akan dihapus dan diganti dengan kelas [2]. Hasilnya adalah bahwa kelas [1] dan kelas [2] sekarang memiliki nilai yang sama. Ups! Lalu apa yang terjadi pada nilai di kelas [1]?
Dalam rangka untuk menukar dua nilai, Anda harus menggunakan variabel ketiga,
/ / variabel bertukar
temp = kelas [1];
kelas [1] = kelas [2];
kelas [2] = temp;


Evaluasi Prestasi

EVALUASI PRESTASI

Evaluasi sistematik dan formal atas prestasi kerja karyawan dan potensi pengembangannya dimasa depan. Evaluasi Prestasi digunakan dalam arti luas unt menilai dan mengembangkan bawahan, dalam arti lebih khusus bertujuan motivasional, meningkatkan pengetahuan, riset, promosi, pelatihan dan pengembangan. Langkah penting untuk mengembangkan program evaluasi prestasi adalah penentuan kriteria. Kriteria adalah ukuran bergantung atau prediktif untuk menimbang ke efektifan karyawan. Kriteria yg baik harus relevan, stabil, dapat membedakan karyawan yang di harkat dan praktis.
Program Evaluasi Prestasi
1.        Skala Pengharkatan Grafik
Bentuk evaluasi dengan menggunakan skala yang dipakai pengharkat untuk memeriksa kebenaran pengharkatannya.
2.        Esei Deskriptif
Evaluasi prestasi mengharuskan pengharkat untuk menguraiakan titik kekuatan dan kelemahan setiap pegawai yang diharkat.
Semua prosedur ini sering menghasilkan kesalahan pengharkatan.
Kesalahan dan Metode untuk Memperkecil Kesalahan pada Evaluasi Prestasi
Kesalahan yang umum biasanya seperti:
a.        Kelunakan dan kekakuan pengharkat
b.        Efek halo
c.        Kecondongan memusat
d.        Peristiwa terakhir
Untuk mengatasi masalah di atas di buatlah metode untuk memperkecil masalah. Metode tersebut seperti :
o    Peniadaan istilah seperti rata-rata dalam skala
o    Mengharuskan pengharkat untuk mengharkat sejumlah kecil individu
o    Melatih pengharkat untuk mengenali kecenderungan kesalahan yang umum
Teknik Evaluasi Prestasi
Dalam mengevaluasi prestasi terdapat teknik-teknik seperti :
1.        Skala Pengharkatan Berdasarkan Perilaku
Merupakan bentuk evaluasi yang menggunakan kejadian kritis atau contoh perilaku kerja khusus untuk menentukan berbagaitingkat prestasi.
2.        Manajemen Berdasarkan Sasaran atau Penyususnan Tujuan.
Melibatkan pertemuan atasan – bawahan guna membicarakan dan secara bersama-sama menyususn sasaran bagi bawahan untuk jangka waktu tertentu.
3.        Tehnik Pusat Penilaian
Serangkaian latihan dimana para calon untuk promosi, pelatihan atau program manajerial lain selama 2 atau 3 hari sementara diamati dan diharkat. Wawancara balikan evaluasi prestasi merupakan bagian esensial dari setiap program balikan menyediakan informasi tentang bagaimana pandangan orang lain terhadap prestasi kerja pegawai yang diharkat. Bagian yang lain pengkaitan prestasi dan kemajuan dengan mengembangkan karier.

SUMBER :
Evaluasi Prestasi[Diakses 3 Mei 2012]

Teknik Pengambilan Keputusan II


Teknik-teknik Pengambilan Keputusan. (Siagian, S.P. (25-26;1993).
4.        Delphi
Umumnya digunakan untuk mengambil keputusan meramal masa depan yang diperhitungkan akan dihadapi organisasi. Teknik ini sangat sesuai untuk kelompok pengambil keputusan yang tidak berada di satu tempat.
Pengambil keputusan menysun serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan suatu situasi peramalan dan menyampaikannya kepada sekelompok ahli. Para ahli tersebut ditugaskan untuk meramalkan, apakah suatu peristiwa dapat atau mungkin terjadi atau tidak. Jawaban dari anggota kelompok tadi dikumpulkan dan masing-masing anggota ahli mempelajari ramalan yang dibuat oleh masing-masing rekannya yang tidak pernah ditemuinya. Pada kesempatan berikutnya, rangkaian pertanyaan yang sama dikembalikan kepada para anggota kelompok dengan melampirkan jawaban yang telah diberikan oleh para anggota kelompok pada putaran pertama serta hal-hal yang dipandang sudah merupakan kesepakatan kelompok. Apabila pendapat seseorang ahli berbeda maka memberikan penjelasannya secara tertulis. Tiap-tiap jawaban diberikan kode tertentu sehingga tidak diketahui siapa yang memberikan jawaban.
Jawaban tersebut di atas dilakukan dengan beberapa putaran. Pengedaran daftar pertanyaan dan analisa oleh beberapa ahli dihentikan apabila telah diperoleh bahan tentang ramalan kemungkinan terjadi sesuatu peristiwa di masa depan.
5.        Fish bowling
Sekelompok pengambil keputusan duduk pada suatu lingkaran, dan di tengah lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang duduk di kursi tersebut hanya dialah yang boleh bicara untuk mengemukakan pendapat ide dan gagasan tentang suatu permasalahan. Para anggota lain mengajukan pertanyaan, pandangan dan pendapat. Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.
6.        Didactic interaction
Digunakan untuk suatu situasi yang memerlukan jawaban “ya” atau “tidak”. Dibentuk dua kelompok, dengan satu kelompok mengemukakan pendapat yang bermuara pada jawaban “ya” dan kelompok lainnya pada jawaban “tidak”. Semua ide yang dikemukakan baik pro maupun kontra dicatat dengan teliti. Kemudian kedua kelompok bertemu dan mendiskusikan hasil catatan yang telah dibuat. Pada tahap berikutnya terjadi pertukaran tempat. Kelompok yang tadinya mengemukakan pandangan pro beralih memainkan peranan dengan pandangan kontra.
7.        Collective bargaining
Dua pihak yang mempunyai pandangan berbeda bahkan bertolak belakang atas suatu masalah duduk di satu meja dengan saling menghadap. Masing-masing pihak datang dengan satu daftar keinginan atau tuntutan dengan didukung oleh berbagai data, informasi dan alasan-alasan yang diperhitungkan dapat memperkuat posisinya dalam proses tawar-menawar yang terjadi. Jika pada akhirnya ditemukan bahwa dukungan data dan informasi serta alasan-alasan yang dikemukakan oleh kedua belah pihak mempunyai persamaan, maka tidak terlalu sukar untuk mencapai kesepakatan. Tetapi sebaliknya, pertemuan berakhir tanpa hasil yang kemudian sering diikuti dengan timbulnya masalah yang lebih besar.

SUMBER :
Teknik Pengambilan Keputusan [Diakses 29 April 2012]

Teknik Pengambilan Keputusan I


Teknik Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan meliputi antara lain hal-hal yang berhubungan dengan pengumpulan fakta. Teknik pengambilan keputusan dalam klasifikasi ada dua yaitu teknik tradisional dan teknik modern. Teknik pengambil keputusan juga sering dibagi dalam teknik pengambilan keputusan matematik atau kuantitatif (Heenan dan Addleman, 1976;Robbins, 1978) dan teknik pengambil keputusan non-matematik atau kualitatif (Moody, 1983). Teknik matematik biasa diberi nama multivariate analysis (analisis variabel ganda atau analisis berdimensi ganda).
Teknik non-matematik, yang lebih sering digunakan untuk keputusan strategik antara lain sumbang saran, consensus, Delphi, fish bowling, interaksi didaktik, tawar- menawar kolektif.
Teknik-teknik Pengambilan Keputusan. (Siagian, S.P. (25-26;1993).
1.        Brainstorming
Jika sekelompok orang dalam suatu organisasi menghadapi suatu situasi problematic yang tidak terlalu rumit, dan dapat diidentifikasikan secara spesifik mereka mengadakan diskusi dimana setiap orang yang terlibat diharapkan turut serta memberikan pandangannya. Pada akhir diskusi berbagai pandangan yang dikemukakan dirangkum, sehingga kelompok mencapai suatu kesepakatan tentang cara-cara yang hendak ditempuh dalam mengatasi situasi problematic yang dihadapi. Penting diperhatikan dalam teknik ini yaitu :
a.         Gagasan yang aneh dan tidak masuk akal sekalipun dicatat secara teliti.
b.        Mengemukakan sebanyak mungkin pendapat dan gagasan karena kuantitas pandanganlah yang lebih diutamakan meskipun aspek kualitas tidak diabaikan.
c.         Pemimpin diskusi diharapkan tidak melakukan penilaian atas sesuatu pendapat atau gagasan yang dilontarkan, dan peserta lain diharapkan tidak menilai pendapat atau gagasan anggota kelompok lainnya.
d.        Para peserta diharapkan dapat memberikan sanggahan pendapat atau gagasan yang telah dikemukakan oleh orang lain.
e.         Semua pendapat atau gagasan yang dikemukakan kemudian dibahas hingga kelompok tiba pada suatu sintesis pendapat yang kemudian dituangkan dalam bentuk keputusan.
2.        Synetics
Seorang diantara anggota kelompok peserta bertindak selaku pimpinan diskusi. Diantara para peserta ada seorang ahli dalam teori ilmiah pengambilan keputusan. Apakah ahli itu anggota organisasi atau tidak, tidak dipersoalkan. Pimpinan mengajak para peserta untuk mempelajari suatu situasi problematik secara menyeluruh. Kemudian masing-masing anggota kelompok mengetengahkan daya pikir kreatifnya tentang cara yang dipandang tepat untuk ditempuh. Selanjutnya pimpinan diskusi memilih hasil-hasil pemikiran tertentu yang dipandang bermanfaat dalam pemecahan masalah. Dan tenaga ahli menilai melakukan penilaian atas berbagai gagasan emosional dan tidak rasional yang telah disaring oleh pimpinan diskusi serta kemudian menggabungkannya dengan salah satu teori ilmiah pengambilan keputusan dan tindakan pelaksanaan yang diambil.
3.        Consensus thinking
Orang-orang yang terlibat dalam pemecahan masalah harus sepakat tentang hakikat, batasan dan dampak suatu situasi problematik yang dihadapi, sepakat pula tentang teknik dan model yang hendak digunakan untuk mengatasinya. Teknik ini efektif bila beberapa orang memiliki pengetahuan yang sejenis tentang permasalahan yang dihadapi dan tentang teknik pemecahan yang seyogyanya digunakan. Orang-orang diharapkan mengikuti suatu prosedur yang telah ditentukan sebelumnya. Kelompok biasanya melakukan uji coba terhadap langkah yang hendak ditempuh pada skala yang lebih kecil dari situasi problematik yang sebenarnya. 

SUMBER :
Teknik Pengambilan Keputusan [Diakses 29 April 2012]

Sabtu, 28 April 2012

Proses Pengambilan Keputusan


Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan dalam organisasi  ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan.
Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

Proses Komunikasi II


Proses Komunikasi
 
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Proses komunikasi yang efektif terdiri dari unsur-unsur seperti berikut :
o      Komunikator (Pengirim)
o      Penyandian (Encoding)
o      Pesan
o      Perantara (Media)
o      Penerima (Receiver)
o      Penafsiran (Decoding)
o      Umpan Balik (Feedback)
o      Gangguan (Noise)

Proses Komunikasi I

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Proses komunikasi yang efektif terdiri dari unsur-unsur seperti berikut :
o      Komunikator (Pengirim)
o      Penyandian (Encoding)
o      Pesan
o      Perantara (Media)
o      Penerima (Receiver)
o      Penafsiran (Decoding)
o      Umpan Balik (Feedback)
o      Gangguan (Noise)