Minggu, 25 Maret 2012

Tugas 3

Desain Pekerjaan

Pengertian Desain Pekerjaan
Desain pekerjaan atau job design merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan operasi perusahaan. Desain pekerjaan adalah suatu alat untuk memotivasi dan memberi tantangan pada karyawan. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu sistem kerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien yang dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif, mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja, desain pekerjaan terkadang digunakan untuk menghadapi stress kerja yang dihadapi karyawan (Sulipan, 2000).

Sabtu, 24 Maret 2012

Membubuhkan Referensi


Referensi ternyata hal yang masih dianggap sepele oleh banyak orang. Banyak orang yang mengutip tulisan orang tanpa seizing penulisnya. Maka dari itu tak sedikit orang yang menyebutnya “PLAGIAT” atau pencuri, karena mengutip tulisan seseorang tanpa izin penulisnya. Jadi agar kita tidak dianggap plagiat alangkah baiknya kita membubuhkan referensi pada tulisan kita, terkecuali tulisan itu memang original dari kita sendiri.
Apabila kita menulis di blog, dan di dalam tulisan itu kita mengutip sedikit dari tulisan atau jurnal seseorang, sebaiknya kita menuliskan referensinya. Jadi jika suatu saat sang penulis melihat kutipannya, ia tak akan menganggap kita plagiat yang mengganggu privasinya dengan mengutip tulisannya tanpa seizinnya. Referensi tidak harus detail jika kita tidak tahu tatacara penulisan referensi yang benar. Hanya cukup kita bubuhkan alamat atau link web dari tempat kita mengutip tulisan tersebut.
Jika ingin belajar menuliskan referensi yang benar, bisa lihat disini “Penulisan Referensi Menurut Sistem Harvard”. Semoga sedikit informasi ini dapat membantu para blogger dan mengurangi para plagiator-plagiator yang suka mengakui hasil karya seseorang.

Jumat, 23 Maret 2012

Tugas 2

Perbedaan Struktur Organisasi

Kompleksitas
Dalam pembentukan organisasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga terjalin hungan kerja sama antara unit-unit kerja yang ada di dalam suatu organisasi. Perbedaan- perbedaan yang timbul dalam suatu organisasi disebabkan karena adanya perbedaan-perbedaan baik yang bersifat tingkatan struktur dalam organisasi, keahlian anggota organisasi dan juga bidang tempat dimana individu dalam organisasi itu berada.
Perbedaan-perbedaan itu kita sebut dengan kompleksitas organisasi. Tiga Komponen yang terdapat pada kompleksitas suatu organisasi antara lain:

Misteri Shalat Subuh

MENAKAR NILAI SHALAT SUBUH


Di dalam Al-Qur’an dan Hadits, dijelaskan bahwa Shalat Subuh sangatlah mahal nilainya. Shalat yang agung ini benar-benar memiliki daya tarik, karena kedudukannya dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali Hadits yang mendorong untuk melaksanakan Shalat Subuh, dan menyanjung mereka yang menjaganya.
Rasulullah SAW telah mengkhususkan shalat mulia ini dengan keistimewaan tunggal dan sifat-sifat tertentu yang tidak terulang pada Shalat lainnya. Keistimewaan-keistimewaan tersebut terangkum dalam 10 keistimewaan.

Senin, 12 Maret 2012

Tugas 1

Keputusan Manajerial Menentukan Struktur Organisasi


    I.              Pembagian Pekerjaan
Ada dua aspek utama dalam proses penyusunan struktur organisasi, yaitu departementalisasi dan pembagian kerja. Departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Prinsip pembagian kerja ini merupakan tiang dasar pengorganisasian.

Senin, 31 Oktober 2011

Jalur Kepartaian


Simpang Jalan Partai Demokrat

Kongres Partai Demokrat (PD) II kali ini sangat penting karena empat alasan. Pertama, usia partai yang relatif muda. Usia muda memerlukan landasan pijak yang kuat sehingga memiliki peluang yang lebih kokoh untuk menorehkan makna dalam sejarah kepartaian di Indonesia.
Kedua, dalam usia yang relatif muda, ternyata PD bisa menjadi partai terbesar dalam pemilu kedua yang diikutinya. Ketiga, keberadaan PD selama ini lebih menyerupai apa yang oleh Norberto Bobbio & Maurizio Viroli (2003,hlm 67) disebut sebagai partai personal (personal party), yaitu partai yang bergantung pada sosok tertentu, dalam hal ini SBY. Karena itu, keempat, seiring dengan periode terakhir eksistensi SBY sebagai presiden, hal itu akan memengaruhi terhadap kelanjutan eksistensi PD. Alasan-alasan tersebut sejatinya menjadi pertimbangan serius PD dalam kongres. Dinamika politik kepartaian akan banyak bermakna ketika ia tak terjebak dalam perebutan kuasa atau bagaimana menempatkan sosok tertentu dalam struktur kepartaian semata. Apalagi PD sedang berusaha menjadi partai modern yang terlepas dari jejaring personifikasi dengan segala konsekuensinya.
Upaya ini memerlukan komitmen dan kesabaran mengikuti proses transformasi dari partai personal ke impersonal. Partai personal layaknya makanan instan.Partai tak perlu mengeluarkan banyak energi dan keringat untuk meraih suara. Ia terkatrol oleh modalitas personal. Mesin politik, kalaupun berjalan, hanya menghaluskan jalan untuk mempercepat kemenangan. Namun, ketika sang sosok mulai memudar modalitasnya, partai pun akan mudah memendar. Kecuali ia cepat berevolusi menjadi pantai modern (impersonal). Menjadi partai modern memerlukan proses dan tahapan. Lebihlebih di tengah realitas kepartaian yang mengedepankan popularitas daripada kualitas, pragmatisme daripada idealisme, pencitraan daripada kerja kerakyatan. Dalam partai modern, logika utama yang terbangun bukan pada siapa yang akan memimpin,tetapi bagaimana platform dan struktur dibentuk dan dijalankan secara konsisten bagi kepentingan konstituen (masyarakat). ( Moshe Maor, 1997)

Organisasi Sosial

Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri

Ciri-ciri organisasi sosial
Menurut Berelson dan Steiner (1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :